Diawali dari sebuah
pertanyaan, apakah barang dagang atau
komoditas perdagangan terlaku sepanjang sejarah? Artikel ini menjawab
manusia dalam wujud budak. Dari zaman peradaban kuno seperti Mesir Kuno
perbudakaan manusia telah terjadi. Lihat saja tinggalan arkeologis mereka dalam
wujud Piramida yang megah dan besar yang dibangun oleh ribuan budak yang
didatangkan dari berbagai daerah.
Budak sangat
dibutuhkan dalam era peradaban kuno bahkan hingga masa modern ini. Terutama
bagi para penguasa, budak tidak hanya dibutuhkan tenaganya saja, tetapi jumlah
budak juga dijadikan sebagai tanda kekayaan atau tingkat kekayaan. Maka
seringkali budak juga diperjualbelikan. Jika para majikan merasa senang karena
memiliki budak, tidak demikian halnya dengan manusia yang dalam posisi menjadi
budak. Mereka hidup menderita, hilang
kebebasannya, dan bahkan hidup lebih buruk dari hewan.
Sepanjang sejarah
peradaban manusia, sangat sulit menentukan kapan perbudakan dimulai. Sejarah budak diperkirakan telah
berlangsung sebelum manusia mengenal aksara. Di semua bagian peradaban kuno
mulai dari Mesopostamia, Mesir Kuno,
Cina Kuno, Asyur, India, Yunani, Kekaisaran Romawi, Aztec, Inca telah
terdapat perbudakan, termasuk juga pada masa Khalifah dan Columbus.
Tugas budak bermacam
– macam. Pada era Kekaisaran Romawi, budak
perempuan dapat dijadikan sebagai selir, gundik, bahkan hanya sekadar
menjadi pemuas nafsu majikannya. Mereka ini diperjualbelikan di pasar budak.
Ada pula budak yang ditempatkan di ladang atau di pertambangan untuk menggali
tanah guna mencari emas, tembaga, perak dan timah. Tidak hanya itu, penguasa
Romawi juga manaruh budak laki – laki di kapal laut untuk mendayung. Agar tidak
lari, mereka akan dirantai di dekat dayung. Kehidupan yang berat ini tentu
membuat para budak yang mencoba untuk kabur atau mati ketika bekerja.
Siapakah
para budak pada masa peradaban kuno ini?. Para budak
memiliki asal usul yang beragam. Ada yang merupakan orang hukuman, orang yang
berhutang kemudian tidak bisa membayar sehingga kemudian dijadikan budak, orang
– orang yang tertangkap oleh perompak di laut, orang – orang yang kalah perang,
orang – orang yang desanya diserang atau diinvansi oleh bangsa asing, dan
sebagainya.
Kedatangan Columbus
ke benua Amerika membuat jual beli perbudakan semakin menggiurkan. Mulai abad
ke-16 M, Amerika menjadi wilayah yang dianggap dapat menghasilkan kekayaan.
Oleh karen itu orang – orang Eropa melakukan migrasi besar –besaran ke benua
ini. Di tempat baru ini mereka membuka ladang dan pertambangan. Upaya ekonomi
ini membutuhkan banyak tenaga kerja dan tentunya upah mereka harus murah. Untuk
mencukupi tenaga kerja ini, maka orang – orang Eropa dan juga para perompak
dengan sengaja datang ke benua Afrika, terutama bagian barat untuk menyerang
desa – desa yang didiami penduduk negro. Orang Eropa menyerang dengan
menggunakan persenjataan yang lengkap dan modern di eranya. Tentu saja,
penduduk asli Afrika ini kalah. Mereka yang tertangkap akan dibawa untuk
dijadikan budak. Untuk menuju Amerika, terlebih dahulu para budak akan berlayar
selama berbulan –bulan. Mereka ditaruh di bagian bawah atau lambung kapal,
tempatnya sempit sedangkan jumlah manusianya banyak. Banyak yang mati sebelum
kapal berhasil bersandar di Amerika. Untuk mendistribusikan para budak Afrika
ini ke perkebunan atau tambang, maka mereka akan dilelang. Para penangkap budak
ini pun bisa menjadi kaya raya dari bisnis lelang budak.
Bagaimana dengan di
Nusantara?. Perbudakan telah dikenal oleh penduduk Nusantara. Pada era
kolonial, daerah penghasil budak adalah Nusantara bagian Timur. Sama halnya
dengan di Afrika, di Nusantara budak ditangkap dengan tidak manusiawi. Di Pulau
Timor, terdapat suatu kebiasaan di kalangan pejabat Hindia Belanda yang hidup
di tempat tersebut. Apabila mereka akan pergi ke Batavia, terlebih dahulu
mereka akan “berburu budak”. Para pejabat ini aka menyuruh bawahannya untuk
pergi ke desa – desa atau pulau terpencil di sekitar Kupang dengan membawa
anjing. Anjing tersebut kemudian dilepaskan dan berlari, apabila ada penduduk
lokal yang tertangkap oleh anjing ini maka ia akan menjadi budak yang akan
dibawa pejabat ini sebagai hadiah untuk atasan atau koleganya di Batavia. Atau
apabila atasan atau koleganya ini tidak mau menerima hadiah budak ini, maka budak
tersebut dapat dijual di pasar budak yang ada di Batavia.


ConversionConversion EmoticonEmoticon