Negeri
Cina yang peradabannya telah berdiri sejak ribuan tahun tentunya memiliki
beragam kisah menarik yang untuk selalu dibahas hingga kini. Peninggalan
peradaban bangsa ini tidak hanya dalam wujud benda atau yang berhubungan dengan
arkeologi tetapi juga mitos dan legenda. Salah satu legenda yang terkenal dari
bangsa ini adalah cerita 4 perempuan cantik dari negeri Cina. Mereka terkenal
tidak hanya karena kecantikannya tetapi juga karena pengaruhnya dalam
pemerintahan yang bahkan dapat membuat kehidupan istana bergejolak. Siapa
sajakah mereka?
Wang Zhaojun
Sosok
perempuan cantik ini merupakan “political brides” atau pengantin politik yang
paling terkenal pada masa Dinasti Han. Lahir di Zigui dengan nama asli Wang Qiang,
tetapi lebih dikenal dengan nama Wang Zhaojun. Berasal dari keluarga berada dan
memiliki bakat musik, terutama memetik alat musik pipa. Selain itu dia juga seorang perempuan
pemberani karena dapat menunggangi keledai.
Kisahnya
dimulai ketika Kaisar Yuan dari Han Barat mengumumkan bahwa semua gadis cantik
di negerinya harus datang ke istana untuk mengikuti pemilihan selir pada tahun
38 M. Wang Zhaojun pun terpilih dan
mulai memasuki istana pada tahun 40 M. Kehidupan di istana tidak seperti yang
ia harapkan. Belum pernah sekalipun Wang Zhaoujun melayani Kaisar. Hal ini
terjadi karena cara Kaisar memilih selir mana yang akan melayaninya dengan
melihat hasil lukisan Mao Yanshou, seorang pelukis kerajaan. Mao Yanshou
bukanlah orang yang jujur, apabila para selir ingin lukisannya nampak cantik
maka harus memberi uang kepada Mo Yanshou. Sementara itu Wang Zhaojun tidak mau
menyuap sehingga lukisan wajahnya yang diberikan kepada Kaisar nampak jelek. Ini
membuat Kaisar mengira bahwa Wang Zhaoujun adalah perempuan yang jelek.
Ilustrasi Lukisan Wang Zhojun
Ketika
masa itu Kerajaan Han Barat sedang berperang dengan suku Xiongnu Barat. Dalam
peperangan ini Kerajaan Han Barat bersekutu dengan suku Xiongnu Timur. Suatu ketika,
Huhanye yang merupakan pimpinan dari Xiongnu Timur datang ke Kerajaan Han Barat
untuk menemui kaisar dalam upaya mempererat hubungan diplomasi keduanya. Dalam kunjungan
tersebut, Huhanye meminta agar dinikahkan dengan putri Kaisar. Permintaan ini
ditolak Kaisar. Sebagai gantinya Kaisar memberikan beberapa orang selirnya,
salah satunya Wang Zhaojun yang belum pernah dikunjungi Kaisar. Dalam peristiwa
ini ada pula cerita yang mengatakan bahwa Wang Zhaojun sendirilah yang meminta
agar dia diberikan kepada Huhanye.
Alangkah
terkejutnya Kaisar ketika Huhanye akan kembali ke asalnya bersama para selir
barunya untuk pertama kalinya Kaisar Yuan melihat wajah cantik Wang Zhaojun
yang memukau. Kaisar baru menyadari bahwa Wang Zhaojun adalah perempuan
tercantik di istananya. Meskipun sangat menyesal, tetapi demi hubungan baik
dengan Xiongnu Timur keputusaannya tidak dapat dibatalkan. Dalam rasa
kecewanya, Kaisar menjatuhkan hukuman mati kepada Mo Yanshou karena telah
membohonginya.
Di
negeri Xiongnu Timur, Wang Zhaojun menjadi selir kesayangan Huhanye. Wang Zhaojun
turut membantu Huhanye mengembangkan nengerinya. Dari hubungan keduanya lahir
dua pengeran dan satu putri. Setelah kematian Huhanye, Wang Zhaojun meminta
agar dirinya dapat kembali k negeri Han, tetapi permintaan ini ditolak Kaisar
Cheng. Bahkan Wang Zhoujun diperintahkan untuk mengikuti tradisi suku Xiongnu
yaitu menikah dengan pimpinan Xiongnu, yaitu anak tertua Huhanye yang juga
merupakan anak tiri Wang Zhoujun. Ada yang menyebutkan bahwa Wang Zhoujun
melakukan bunuh diri karena ia tidak ingin menikahi anaknya meskipun statustnya
adalah anak tiri. Meskipun demikian pemerintah kedua belah pihak sangat
menghormati Wang Zhoujun yang dianggap menjadi pemersatu diantara kedua etnis.

ConversionConversion EmoticonEmoticon